Selasa, 17 November 2015

Bagaimana Cara Budidaya ?

Cara budidaya tanaman sirih


Perbanyakan tanaman menggunakan sulur. Turus diambil dari sulur di bagian ujung atas sepanjang 40-50 cm.Untuk pertumbuhannya, sirih memerlukan sandaran pohon hidup, seperti dadap, kapuk randu, kelor, waru atau gamal.

Pohon sandaran ditanam pada musim hujan sebelum menanam sirih, dengan jarak 1,5 m.Tiap dua baris dibuat selokan atau parit untuk mengalirkan air karena sirih tidak tahan terhadap tanah yang terlalu basah.Selokan digunakan juga untuk mengairi sirih di musim kemarau.Bila sandaran sudah berakar baik, pada permulaan musim hujan dibuat lubang di sekitar sandaran.

Turus ditanam sepanjang dua buku dan sisanya diikatkan pada tiang sandaran. Cara lain ialah dengan memotong sulur panjang yang sudah dewasa pada pangkalnya, daun dihilangkan kemudian sulur dibagi 3 atau 4 bagian dan ditanam secara mendatar. Setelah turus berakar, cukup tiga sulur saja yang dibiarkan tumbuh dan dipanjatkan di atas.

Pemeliharaan yang baik menyebabkan sirih akan bertahan selama bertahun-tahun dengan tetap memberikan hasil yang baik. Dari ketiak daun akan tumbuh cabang dan ranting yang menggantung, bagian itulah yang akan dipanen.

Bila tanaman telah terkena cahaya matahari, warna akan berubah menjadi kuning kehijauan dan bila dikunyah terasa lebih pedas.

Sirih yang tumbuh di tempat teduh, daunnya berbentuk panjang, lemas, berwarna hijau segar, dan tidak begitu pedas. Di samping cahaya matahari, macam pupuk juga mempengaruhi rasa daun. Dianjurkan menggunakan pupuk kotoran ayam yang sifatnya dingin dan daun yang dihasilkan berwarna kuning muda. Jika digunakan pupuk kotoran kuda, sapi, atau kerbau, daunnya berwarna kuning tua.

Bila tanaman telah berumur satu tahun, dapat mulai dipanen, produksi tertinggi akan diperoleh bila sirih telah mencapai ujung sandaran. Bagian yang dipanen adalah daun yang berasal dari sulur yang menggantung sebanyak 3 atau 4 ruas. Panen dilakukan pagi sekali, ketika daun masih segar.

Sulur yang telah dipanen diikat dan dikemas dalam keranjang atau dengan memetik daun dari sulur kemudian tiap 25 lembar diikat menjadi satu.Untuk dikirim ke daerah lain, daun dibungkus dengan daun atau pelepah pisang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar